KPAD Kab. Bandung Dukung Pembatasan Akun Medsos Anak, Tekankan Edukasi dan Pengawasan

Senin, 30 Mar 2026 08:04
    Bagikan  
KPAD Kab. Bandung Dukung Pembatasan Akun Medsos Anak, Tekankan Edukasi dan Pengawasan
Ilustrasi

Potret anak-anak pelajar sedang main handphone masing-masing di dalam kelasnya

MONITORRAKYAT.COM 

-Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bandung menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait pembatasan kepemilikan akun media sosial bagi anak. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret negara dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.

Ketua KPAD Kabupaten Bandung, Ade Irfan Al Anshory, memandang bahwa regulasi tersebut lahir dari kebutuhan mendesak untuk melindungi anak dari paparan konten berbahaya seperti pornografi, kekerasan, perundungan (bullying), hingga potensi eksploitasi anak.

“Secara substansi, kebijakan ini menegaskan bahwa ruang digital bukanlah ruang yang sepenuhnya aman bagi anak. Mereka belum memiliki literasi digital dan kontrol diri yang memadai untuk menyaring konten yang layak dikonsumsi,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).

Namun demikian, Ade menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini tidak bersifat tanpa catatan. Ia menekankan bahwa implementasi kebijakan harus dibarengi dengan edukasi yang masif serta pengawasan yang berkelanjutan, bukan sekadar pembatasan administratif semata.

“Atas nama KPAD Kabupaten Bandung, saya cenderung mendukung kebijakan ini, namun dengan catatan penting bahwa pelaksanaannya harus disertai edukasi dan pengawasan yang optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ade menilai bahwa dari sisi efektivitas, kebijakan ini memiliki potensi untuk mengurangi paparan konten destruktif terhadap anak. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak dapat berdiri sendiri.

“Secara objektif, kebijakan ini bisa efektif sebagai langkah awal atau filter dasar. Setidaknya dapat menunda over-exposure sehingga anak dapat berkembang sesuai usianya,” jelasnya.

Kendati demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti kemungkinan anak mengakses akun milik orang tua atau memalsukan usia demi tetap bisa menggunakan media sosial.

“Ini yang harus menjadi perhatian bersama. Tanpa pengawasan yang kuat, celah seperti ini akan tetap dimanfaatkan,” tambahnya.

Dalam pandangan kritisnya, Ade menegaskan bahwa kebijakan ini hanya akan efektif jika diiringi dengan penguatan ekosistem pengasuhan digital yang melibatkan berbagai pihak.

Sebagai langkah lanjutan, KPAD mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memperkuat program literasi digital, khususnya bagi keluarga. Selain itu, sosialisasi di lingkungan sekolah serta kolaborasi lintas sektor mulai dari komunitas, lembaga pendidikan hingga organisasi kepemudaan dinilai menjadi kunci keberhasilan kebijakan tersebut.

“Upaya perlindungan anak di era digital tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat di tengah derasnya arus informasi digital,” pungkasnya.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke
Karang Taruna Road to School 2026 Bangun Karakter Pelajar di Tengah Gempuran Era Digital
Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias, Dede Yusuf Dorong Desa Wangisagara Jadi Contoh Kemandirian
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Dorong Perbaikan Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Desa
Giliran Warga Desa Sukowetan Trenggalek yang Mendapat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG Jadi Investasi Jangka Panjang Bangun Generasi Unggul Hingga Perkuat Ekonomi Desa
Edhie Baskoro Bicara Tentang Pentingnya Program MBG untuk Membangun Masa Depan Bangsa
Riset Universitas Sebelas Maret Surakarta Ungkap Peran Adiwiyata dalam Membentuk Karakter
Mahasiswa Prodi Sosant UNS Teliti Penerapan Nilai Adiwiyata di Tiga Tingkatan Sekolah di Surakarta
Usai Dilantik, KDS Ajak Kepala Desa Antar Waktu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas
Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Digarap Secara Pentahelix, KDS Tinjau Progres Normalisasi Sungai Cisunggalah
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Program Makan Bergizi Gratis di Kediri Jadi Kunci Cetak SDM Unggul”
HUT ke-385 Kabupaten Bandung, KDS dan KDM Komitmen Atasi Banjir dan Tata Ruang Kabupaten Bandung
Cegah Dampak El Nino, Pemkab Bandung Intensifkan Monitoring Wilayah Rawan Kekeringan
Bupati KDS Instruksikan ASN hingga Kades Gotong Royong Beberesih Lingkungan
Program MBG Menjadi Fondasi Pembentukan Generasi Sehat dan Cerdas di Srengat Blitar
Program MBG Disosialisasikan di Plandirejo Blitar, Fokus pada Penambahan Penerima
DPR RI Gencarkan Sosialisasi Makan Bergizi Gratis, Libatkan Masyarakat Lokal di Tulungagung