Biadab! 3 Orang Tersangka Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di Bawah Umur Terjadi di Ciparay

Regional
Sabtu, 4 Jul 2026 04:15
    Bagikan  
Biadab! 3 Orang Tersangka Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di Bawah Umur Terjadi di Ciparay
Ilustrasi

Petugas kepolisian saat menggiring pelaku pelecehan seksual dibawah umur

MONITORRAKYAT.COM 

KABUPATEN BANDUNG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 13 tahun di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.


Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 1 Juli 2026.


Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, menjelaskan bahwa dari tiga tersangka yang telah ditetapkan, satu di antaranya merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Penanganannya dilakukan sesuai ketentuan dalam Sistem Peradilan Pidana Anak dengan pendampingan pekerja sosial, Balai Pemasyarakatan (Bapas), penasihat hukum, serta ditempatkan di lembaga yang telah ditunjuk selama proses hukum berlangsung.

Koordinasi juga dilakukan dengan Pekerja Sosial (Peksos), Balai Pemasyarakatan (Bapas), penasihat hukum, dan penuntut umum guna memastikan seluruh tahapan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum.


"identitas korban maupun Anak yang Berhadapan dengan Hukum kami pastikan dirahasiakan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak. Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum* kata Kapolresta Bandung, Jum'at (3/7/2026) 


"Kami memastikan seluruh proses hukum berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tambahnya. 


Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta ketentuan pidana lain yang relevan sesuai hasil penyidikan.


Sementara itu, dua tersangka dewasa telah ditahan di Rumah Tahanan Polresta Bandung untuk kepentingan penyidikan.


Berdasarkan hasil penyidikan sementara, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu malam, 28 Juni 2026 hingga Senin dini hari, 29 Juni 2026, di sebuah rumah di Kampung Sapan, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay.


Penyidik menduga korban awalnya diajak bertemu oleh seseorang yang dikenalnya. Setelah itu korban dibawa ke lokasi kejadian dan diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh beberapa pelaku secara bergantian.


Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan adanya bujukan, tekanan, serta pemberian minuman beralkohol maupun obat-obatan kepada korban sebelum dugaan tindak pidana tersebut terjadi.



Kemudian kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkannya kepada pihak kepolisian. Warga kemudian turut membantu mengamankan para terduga pelaku sebelum diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polresta Bandung.


Selama proses penyidikan, polisi telah memeriksa korban, para saksi, serta para tersangka. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya pakaian korban, telepon genggam, tangkapan layar percakapan, hasil visum, dan barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara.


Penyidik juga berkoordinasi dengan pekerja sosial, Balai Pemasyarakatan, penasihat hukum, serta jaksa penuntut umum untuk memastikan setiap tahapan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum.



Kapolresta Bandung menegaskan bahwa tidak bisa identitas korban maupun ABH tidak dipublikasikan karena sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, penyidik saat ini masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.


Dijerat UU Perlindungan Anak


Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta ketentuan pidana lain yang relevan sesuai hasil penyidikan.


**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sosialisasi SPAM PDAM di Pacet Dipertanyakan, Warga 4 Desa Kecewa Forum Justru Berlangsung Tertutup
Rokok Ilegal Kembali Disorot, Satpol PP Kabupaten Bandung Telusuri Informasi Peredaran
Digitalisasi Birokrasi Jadi Sorotan, Dede Yusuf Nilai Kantor Kecamatan Tak Perlu Dipenuhi Puluhan Pegawai
Reses Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Dorong Aspirasi Warga Tak Berhenti di Forum
KDS Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi ASN Pemkab Bandung yang Terbukti Judi Online
Kabupaten Bandung harus Bangga, Juara 1 Duta Baca Jawa Barat 2025 Pecah Rekor!
Gerak Jalan BEDAS Semarakkan PHBN Tingkat Kecamatan Ciparay, 81 Tahun Indonesia Merdeka Penuh Kebahagiaan
Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Pamengpeuk Berlangsung Khidmat dan Meriah
Pemkab dan DPRD Kabupaten Bandung Tekankan Belanja Daerah Harus Efektif, Efisien dan Tepat Sasaran
Sambil Makan Nasi Liwet: Bupati KDS dan Warga Tasyakur Binikmat Program Normalisasi Sungai Cisungalah
Antisipasi Kekeringan, KDS Perintahkan Pemantauan dan Distribusi Air Diperkuat
Pemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying Pasien
KDS Dorong Penguatan Peran Guru Ngaji untuk Bentuk Generasi Berkarakter dan Berakhlakul Karimah
KDS Dorong Bandung Bedas Run Jadi Penggerak Sport Tourism Kabupaten Bandung
KODRAT Kabupaten Bandung Punya Nahkoda Baru, Erwan Siapkan Regenerasi Petarung Muda
KDS Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian, Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan
Bupati KDS Ajak Para Pengusaha di Kabupaten Bandung Terlibat Program Pentahelix
DPD APPSI Kabupaten Bandung Resmi Dilantik, Feri Ferdian : Ini Bentuk Wadah Aspirasi Pedagang
Kasus Dugaan Korupsi Rp26 Miliar Proyek Porang Sidrap Jadi Sorotan KOSMAK
Pengusaha Asal Kuningan Resmikan Depo POMINDO Pertama di Purwakarta, Permudah Akses Minyak Goreng