Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penguatan Gizi dan Kemandirian Masyarakat

Selasa, 18 Nov 2025 15:11
    Bagikan  
Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penguatan Gizi dan Kemandirian Masyarakat
Dok. MBG

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penguatan Gizi dan Kemandirian Masyarakat

MONITORRAKYAT.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menjadi perhatian publik sebagai salah satu upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan pangan sehat dan merata.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif tentang pentingnya pola makan seimbang, terutama bagi kelompok usia rentan dan keluarga dengan keterbatasan akses pangan.


Pernyataan itu disampaikan langsung Anggota DPR RI saat sosialisasikan program MBG bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Toba, Sabtu (15/11). Sosialisasi program MBG dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak dini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Rama Aditya Nugraha, pelaksanaan program MBG adalah wujud komitmen negara dalam memastikan setiap warga memperoleh hak dasar untuk hidup sehat. Ia menegaskan bahwa MBG dirancang sebagai gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan pembagian makanan.

“Program ini mengajak semua pihak untuk melihat pentingnya pemenuhan gizi sebagai landasan masa depan. Kita ingin masyarakat bukan hanya menerima manfaatnya, tetapi juga terlibat dalam membangun pola hidup sehat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Lestari Widyaningsih, menyampaikan bahwa MBG memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Ia menekankan pentingnya memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi.

“Keberhasilan MBG tidak hanya terletak pada distribusinya, tetapi pada bagaimana masyarakat memahami nilai dari makanan sehat. Kami terus mendorong edukasi agar keluarga mampu menerapkan pola makan bergizi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Lestari.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus pemerhati gizi, Halim Purwanto, menilai bahwa program ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi lokal bila diintegrasikan dengan pemberdayaan pelaku usaha pangan daerah. Ia berharap MBG dapat membuka ruang bagi petani, UMKM kuliner, dan produsen pangan untuk turut berkontribusi. “Ketika bahan pangan berasal dari masyarakat sendiri, program ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menghidupkan ekonomi. Ini adalah peluang besar untuk memperkuat rantai pasok lokal,” jelasnya.

Para narasumber sepakat bahwa MBG bukan sekadar program intervensi gizi, tetapi gerakan kolektif untuk membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan MBG agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan di berbagai daerah.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Di Rakernas APKASI, Bupati Kang DS: Pemkab Bandung Komitmen Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Di Rakernas APKASI, Bupati Kang DS: Pemkab Bandung Komitmen Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
PLN ULP Baleendah Gulirkan Gebyar Awal Tahun 2026, Pelanggan Bisa Nikmati Diskon 50 Persen Tambah Daya
Membedah Kekuasaan dan Ideologi Gender dalam Masyarakat melalui Perspektif Feminis
Duh!! Gelap Bertahun-tahun, Jalur Vital Ciparay Masih Minim PJU
Dugaan Perusahaan Baja China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Negara Terancam Rugi Besar?
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi: Batas Kritik, Humor, dan Kebebasan Berekspresi Kembali Dipersoalkan
Tegas! Kang DS Minta Dispakan Proaktif Turun ke Lapangan dan Optimalkan Aset Perikanan
Kang DS Instruksikan Disperkimtan Segera Sediakan Lahan Pemakaman untuk Masyarakat
Bakal Diusulkan ke MenPAN RB, Kang DS Sebut Kab. Bandung Kekurangan 4.900 Guru, Penilik dan Pengawas 
Kang DS Targetkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diseluruh Layanan Kesehatan Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Launching GBK Bedas Digital. Angka Pengangguran Capai 6 juta, Usia Produktif 1,8 Juta Jiwa
Kata Kang DS, Puluhan Ribu Petani Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Kang DS Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI