Komunitas Driver Ojek Online Tolak Wacana Potongan Komisi 10 Persen

Nasional
Jumat, 28 Nov 2025 05:43
    Bagikan  
Komunitas Driver Ojek Online Tolak Wacana Potongan Komisi 10 Persen
Tribunjabar.id

TOLAK POTONGAN - Foto arsip ilustrasi ojek online di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung pada Sabtu (8/11/2025). Komunitas ojol menolak regulasi pemotongan komisi 10 persen oleh pemerintah.

MONITORRAKYAT.COM - Sejumlah komunitas driver ojek online (ojol) di berbagai daerah menyatakan penolakannya terhadap rencana Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang melanjutkan pembahasan regulasi transportasi daring melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema sistem bagi hasil pada layanan transportasi online yang digelar di Jakarta.

Komunitas URC Bergerak salah satunya, mereka menggelar aksi akbar di kawasan Monas, gabungan massa dari Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor dan beberapa kota lain di Jawa Barat.

Perwakilan URC Bergerak, Ahmad Bakrie, mengatakan pihaknya tidak menentang pemerintah, tetapi mengawal penyusunan regulasi agar tetap adil.

“Perpres yang akan diterbitkan, kami di sini mengawal supaya berkeadilan. Adil ke semua pihak, jangan sampai timpang. Kita maunya berkelanjutan terus, karena Perpres ini akan ke daerah juga,” ujar Ahmad, Kamis (27/11/2025).

Dalam aksinya, URC Bergerak membawa empat tuntutan utama yakni menolak potongan komisi 10 persen, menolak status mitra menjadi pekerja tetap, menuntut pelibatan pengemudi lapangan dalam perumusan regulasi dan menuntut payung hukum yang adil bagi semua pihak

Aksi mereka pun sempat diterima Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro yang berjanji meninjau ulang substansi Ranperpres dan melibatkan komunitas ojol pada tahap pembahasan lanjutan. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Komunitas Driver Ojek Online Tolak Wacana Potongan Komisi 10 Persen .

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Di Rakernas APKASI, Bupati Kang DS: Pemkab Bandung Komitmen Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Di Rakernas APKASI, Bupati Kang DS: Pemkab Bandung Komitmen Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
PLN ULP Baleendah Gulirkan Gebyar Awal Tahun 2026, Pelanggan Bisa Nikmati Diskon 50 Persen Tambah Daya
Membedah Kekuasaan dan Ideologi Gender dalam Masyarakat melalui Perspektif Feminis
Duh!! Gelap Bertahun-tahun, Jalur Vital Ciparay Masih Minim PJU
Dugaan Perusahaan Baja China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Negara Terancam Rugi Besar?
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi: Batas Kritik, Humor, dan Kebebasan Berekspresi Kembali Dipersoalkan
Tegas! Kang DS Minta Dispakan Proaktif Turun ke Lapangan dan Optimalkan Aset Perikanan
Kang DS Instruksikan Disperkimtan Segera Sediakan Lahan Pemakaman untuk Masyarakat
Bakal Diusulkan ke MenPAN RB, Kang DS Sebut Kab. Bandung Kekurangan 4.900 Guru, Penilik dan Pengawas 
Kang DS Targetkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diseluruh Layanan Kesehatan Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Launching GBK Bedas Digital. Angka Pengangguran Capai 6 juta, Usia Produktif 1,8 Juta Jiwa
Kata Kang DS, Puluhan Ribu Petani Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Kang DS Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI