Reses Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Dorong Aspirasi Warga Tak Berhenti di Forum

Regional
Selasa, 25 Aug 2026 20:03
    Bagikan  
Reses Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Dorong Aspirasi Warga Tak Berhenti di Forum
Tangkapan layar

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Remi Rahayu Fauzi

MONITORRAKYAT.COM

Persoalan warga tidak selalu terlihat dari balik meja pemerintahan. Karena itu, masa reses menjadi ruang penting bagi anggota DPRD Kabupaten Bandung untuk turun langsung, mendengar keluhan masyarakat, sekaligus melihat kondisi di lapangan.


Hal tersebut dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, yang menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Ibun dan Kecamatan Majalaya pada rangkaian masa reses 19–22 Agustus 2026.


Renie tidak mengikuti kegiatan pada hari pertama karena harus menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat.


Ia kemudian melanjutkan agenda reses pada Kamis, 20 Agustus 2026, di GOR Hudaya Arena, Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun.


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan keamanan, di antaranya Kapolsek Ibun, Danramil Paseh/Ibun, Kepala Desa Tanggulun, DPAC PKB Kecamatan Ibun, serta Ketua Ranting PKB Kecamatan Ibun.


Dalam kegiatan itu, Kapolsek Ibun Iptu Deny Fourtjahyanto menyampaikan sambutan tertulis Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldy Subartono.


Ia menyampaikan bahwa reses bukan hanya agenda formal anggota legislatif, tetapi menjadi kesempatan untuk mengetahui secara langsung persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.


Aspirasi yang dihimpun, kata dia, dapat menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.


“Berbagai masukan dari masyarakat Kecamatan Ibun akan menjadi bahan penting dalam mendorong program pembangunan Kabupaten Bandung agar lebih sesuai dengan kebutuhan warga,” katanya.


Agenda reses kemudian berlanjut pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kali ini Renie menemui masyarakat di Kampung Balekambang, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya.


Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang mereka rasakan secara langsung.


Renie menilai, persoalan masyarakat akan lebih mudah dipetakan ketika anggota legislatif datang dan berdialog langsung dengan warga.


Menurutnya, reses tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda rutin setiap masa persidangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kebijakan pemerintah daerah tetap memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.


“Saya secara rutin mengunjungi berbagai wilayah di Kabupaten Bandung untuk bisa melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kebijakan dan program pemerintah daerah dapat berjalan serta memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Renie.


Sejumlah persoalan yang dapat muncul dalam forum masyarakat antara lain kebutuhan infrastruktur, akses air bersih, transportasi, hingga kualitas pelayanan publik.


Bagi masyarakat, ruang dialog seperti ini menjadi penting karena berbagai persoalan di tingkat lingkungan tidak semuanya dapat terlihat melalui laporan administratif.


Namun, ada satu hal yang juga ditekankan Renie kepada masyarakat: tidak semua aspirasi dapat langsung direalisasikan.


Setiap usulan harus melewati tahapan perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. Artinya, penyampaian aspirasi dalam reses merupakan langkah awal, bukan jaminan otomatis bahwa sebuah program dapat langsung dikerjakan.


Meski demikian, Renie membuka peluang adanya percepatan apabila persoalan yang disampaikan memiliki tingkat urgensi tinggi.


“Usulan dan aspirasi itu tidak serta-merta dapat langsung direalisasikan, tetapi melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya percepatan untuk merealisasikan kebutuhan masyarakat jika sifatnya mendesak,” jelasnya.


Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa reses tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Aspirasi masyarakat harus dipilah berdasarkan kebutuhan, kewenangan, urgensi, serta kemampuan pemerintah daerah dalam mengakomodasinya.


Renie menegaskan, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan di wilayah masing-masing. Selanjutnya, DPRD memiliki tugas untuk melihat dan mengawal aspirasi tersebut sesuai kewenangan dan tingkat kepentingannya.


Tantangannya kini adalah memastikan setiap aspirasi yang muncul dari pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai catatan atau dokumentasi kegiatan.


Reses di Ibun dan Majalaya pada akhirnya menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah seharusnya berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.


Sebab, semakin dekat wakil rakyat dengan warga, semakin besar peluang persoalan di lapangan dapat dikenali secara langsung dan diperjuangkan masuk ke dalam proses kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung.

@bun

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sosialisasi SPAM PDAM di Pacet Dipertanyakan, Warga 4 Desa Kecewa Forum Justru Berlangsung Tertutup
Rokok Ilegal Kembali Disorot, Satpol PP Kabupaten Bandung Telusuri Informasi Peredaran
Digitalisasi Birokrasi Jadi Sorotan, Dede Yusuf Nilai Kantor Kecamatan Tak Perlu Dipenuhi Puluhan Pegawai
Reses Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Dorong Aspirasi Warga Tak Berhenti di Forum
KDS Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi ASN Pemkab Bandung yang Terbukti Judi Online
Kabupaten Bandung harus Bangga, Juara 1 Duta Baca Jawa Barat 2025 Pecah Rekor!
Gerak Jalan BEDAS Semarakkan PHBN Tingkat Kecamatan Ciparay, 81 Tahun Indonesia Merdeka Penuh Kebahagiaan
Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Pamengpeuk Berlangsung Khidmat dan Meriah
Pemkab dan DPRD Kabupaten Bandung Tekankan Belanja Daerah Harus Efektif, Efisien dan Tepat Sasaran
Sambil Makan Nasi Liwet: Bupati KDS dan Warga Tasyakur Binikmat Program Normalisasi Sungai Cisungalah
Antisipasi Kekeringan, KDS Perintahkan Pemantauan dan Distribusi Air Diperkuat
Pemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying Pasien
KDS Dorong Penguatan Peran Guru Ngaji untuk Bentuk Generasi Berkarakter dan Berakhlakul Karimah
KDS Dorong Bandung Bedas Run Jadi Penggerak Sport Tourism Kabupaten Bandung
KODRAT Kabupaten Bandung Punya Nahkoda Baru, Erwan Siapkan Regenerasi Petarung Muda
KDS Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian, Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan
Bupati KDS Ajak Para Pengusaha di Kabupaten Bandung Terlibat Program Pentahelix
DPD APPSI Kabupaten Bandung Resmi Dilantik, Feri Ferdian : Ini Bentuk Wadah Aspirasi Pedagang
Kasus Dugaan Korupsi Rp26 Miliar Proyek Porang Sidrap Jadi Sorotan KOSMAK
Pengusaha Asal Kuningan Resmikan Depo POMINDO Pertama di Purwakarta, Permudah Akses Minyak Goreng