Antisipasi Kekeringan, KDS Perintahkan Pemantauan dan Distribusi Air Diperkuat

Regional
Selasa, 11 Aug 2026 20:41
    Bagikan  
Antisipasi Kekeringan, KDS Perintahkan Pemantauan dan Distribusi Air Diperkuat
Diskominfo

Apel kesiapsiagaan Pemkab Bandung hadapi kekeringan dan karhutla

MONITORRAKYAT.COM - 

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.


Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa KDS saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Dome Balerame, Selasa (11/8/2026).


KDS mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Damkar dan Penyelamatan, perangkat daerah, BAZNAS, para camat, pemerintah desa dan kelurahan, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat.


Menurutnya, apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memastikan seluruh sumber daya dan personel siap menghadapi berbagai potensi bencana.


"Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak. Kesiapsiagaan harus dimulai dari sekarang melalui pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, pencegahan, koordinasi, dan respons yang cepat," ujar KDS.


Ia memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar sehingga pemerintah harus hadir secara proaktif ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air.


Lebih lanjut, KDS meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait, camat, kepala desa, dan lurah melakukan pemantauan serta pendataan secara akurat mengenai wilayah terdampak, jumlah masyarakat yang membutuhkan, hingga kebutuhan air yang harus didistribusikan.


"Jangan menunggu masyarakat datang melapor. Pemerintah harus proaktif mendatangi dan memastikan kondisi masyarakat di lapangan," tegasnya.


Selain itu, seluruh sumber daya, mulai dari armada tangki air, sumber air, personel, peralatan, hingga posko penanggulangan bencana diminta dipastikan dalam kondisi siap. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, langkah antisipasi harus segera dilakukan agar distribusi bantuan tidak terlambat.


KDS juga mendorong penguatan kolaborasi dengan TNI, Polri, Damkar, PDAM, pemerintah desa, dunia usaha melalui CSR, relawan, LSM, serta berbagai pihak yang memiliki sumber daya untuk membantu masyarakat.


Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh pihak untuk serius mengantisipasi karhutla. Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau dapat menyebabkan api cepat membesar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.


Karena itu, ia meminta penguatan patroli, pengawasan, dan deteksi dini di wilayah rawan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.


"Jika ada asap atau titik api, jangan menunggu api membesar. Segera laporkan dan lakukan penanganan awal sesuai prosedur," katanya.


KDS juga meminta para camat, kepala desa, dan lurah melibatkan masyarakat dalam sistem kesiapsiagaan dengan menghidupkan kembali semangat gotong royong, melibatkan relawan dan komunitas Masyarakat Peduli Api, serta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.


Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau BPBD, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.


"Mari kita bangun kesadaran bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD atau pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.


KDS juga turut mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan hemat, menjaga sumber air, tidak mencemari lingkungan, serta mempertahankan kawasan resapan air sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.


"Kita tidak ingin menjadi pemerintah yang hanya tanggap ketika bencana sudah terjadi. Kita harus menjadi pemerintah yang hadir sebelum masyarakat membutuhkan. Kita kenali ancamannya, kita kurangi risikonya, kita siapkan sumber dayanya, dan kita hadir dengan cepat ketika masyarakat membutuhkan," pungkasnya.


Ia berharap apel kesiapsiagaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan Kabupaten Bandung dalam menghadapi kekeringan dan karhutla, sekaligus membangun masyarakat yang semakin tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.

@bun

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sosialisasi SPAM PDAM di Pacet Dipertanyakan, Warga 4 Desa Kecewa Forum Justru Berlangsung Tertutup
Rokok Ilegal Kembali Disorot, Satpol PP Kabupaten Bandung Telusuri Informasi Peredaran
Digitalisasi Birokrasi Jadi Sorotan, Dede Yusuf Nilai Kantor Kecamatan Tak Perlu Dipenuhi Puluhan Pegawai
Reses Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Dorong Aspirasi Warga Tak Berhenti di Forum
KDS Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi ASN Pemkab Bandung yang Terbukti Judi Online
Kabupaten Bandung harus Bangga, Juara 1 Duta Baca Jawa Barat 2025 Pecah Rekor!
Gerak Jalan BEDAS Semarakkan PHBN Tingkat Kecamatan Ciparay, 81 Tahun Indonesia Merdeka Penuh Kebahagiaan
Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Pamengpeuk Berlangsung Khidmat dan Meriah
Pemkab dan DPRD Kabupaten Bandung Tekankan Belanja Daerah Harus Efektif, Efisien dan Tepat Sasaran
Sambil Makan Nasi Liwet: Bupati KDS dan Warga Tasyakur Binikmat Program Normalisasi Sungai Cisungalah
Antisipasi Kekeringan, KDS Perintahkan Pemantauan dan Distribusi Air Diperkuat
Pemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying Pasien
KDS Dorong Penguatan Peran Guru Ngaji untuk Bentuk Generasi Berkarakter dan Berakhlakul Karimah
KDS Dorong Bandung Bedas Run Jadi Penggerak Sport Tourism Kabupaten Bandung
KODRAT Kabupaten Bandung Punya Nahkoda Baru, Erwan Siapkan Regenerasi Petarung Muda
KDS Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian, Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan
Bupati KDS Ajak Para Pengusaha di Kabupaten Bandung Terlibat Program Pentahelix
DPD APPSI Kabupaten Bandung Resmi Dilantik, Feri Ferdian : Ini Bentuk Wadah Aspirasi Pedagang
Kasus Dugaan Korupsi Rp26 Miliar Proyek Porang Sidrap Jadi Sorotan KOSMAK
Pengusaha Asal Kuningan Resmikan Depo POMINDO Pertama di Purwakarta, Permudah Akses Minyak Goreng