Dugaan Perusahaan Baja China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Negara Terancam Rugi Besar?

Sabtu, 10 Jan 2026 04:56
    Bagikan  
Dugaan Perusahaan Baja China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Negara Terancam Rugi Besar?
Tangkapan layar

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa

MONITORRAKYAT.COM

-Pernyataan tegas datang langsung dari Purbaya Yudi Sadewa. Menteri Keuangan Republik Indonesia ini mengungkap adanya dugaan perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia namun tidak memenuhi kewajiban perpajakan, dengan potensi kerugian negara yang disebut bernilai signifikan.

Meski belum menyebutkan nama perusahaan, pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, sektor baja merupakan industri strategis dengan perputaran nilai ekonomi yang besar, sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai pembangunan nasional.

Masih Dugaan, Tapi Serius

Dalam penjelasannya, Menkeu menegaskan bahwa temuan ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah, melalui otoritas terkait, saat ini tengah melakukan penelusuran mendalam, termasuk pada aspek identitas dan administrasi perusahaan yang diduga bermasalah.

“Belum ada penetapan hukum. Semua masih berupa indikasi berdasarkan temuan awal,” tegas Menkeu, baru-baru ini. Sekaligus menekankan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan.

Namun demikian, sinyal yang disampaikan jelas: negara tidak tinggal diam ketika ada potensi kebocoran penerimaan pajak, terlebih jika melibatkan investasi asing berskala besar.

Alarm Pengawasan Investasi Asing

Isu ini membuka diskusi yang lebih luas tentang pengawasan investasi asing di Indonesia. Masuknya modal luar negeri memang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, kepatuhan terhadap aturan terutama pajak adalah harga mati.

Kasus dugaan ini sekaligus menjadi alarm bagi sistem administrasi negara, mulai dari perizinan, pencatatan identitas usaha, hingga pengawasan transaksi dan pelaporan pajak. Celah kecil dalam sistem bisa berujung pada kerugian besar bagi negara.

Publik Menanti Transparansi

Masyarakat kini menaruh harapan besar agar proses penelusuran berjalan transparan, profesional, dan adil. Penegakan hukum yang tegas tanpa tebang pilih dinilai penting, bukan hanya untuk menjaga keadilan fiskal, tetapi juga untuk memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha.

Jika terbukti melanggar, publik tentu berharap ada sanksi tegas. Namun jika tidak, kejelasan hasil investigasi juga penting agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap investor asing secara umum.

Ujian Kredibilitas Negara-negara 

Lebih dari sekadar isu pajak, kasus ini menjadi ujian kredibilitas negara dalam mengelola investasi dan melindungi kepentingan publik. Ketegasan pemerintah dalam menutup potensi kebocoran penerimaan negara akan menjadi pesan kuat: Indonesia terbuka terhadap investasi, tetapi tidak mentoleransi pelanggaran.

Kini, semua mata tertuju pada langkah lanjutan pemerintah. Transparansi proses dan keberanian menegakkan aturan akan menentukan apakah isu ini berakhir sebagai sekadar dugaan atau menjadi pintu masuk pembenahan besar dalam tata kelola investasi dan perpajakan nasional.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Di Rakernas APKASI, Bupati Kang DS: Pemkab Bandung Komitmen Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Di Rakernas APKASI, Bupati Kang DS: Pemkab Bandung Komitmen Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
PLN ULP Baleendah Gulirkan Gebyar Awal Tahun 2026, Pelanggan Bisa Nikmati Diskon 50 Persen Tambah Daya
Membedah Kekuasaan dan Ideologi Gender dalam Masyarakat melalui Perspektif Feminis
Duh!! Gelap Bertahun-tahun, Jalur Vital Ciparay Masih Minim PJU
Dugaan Perusahaan Baja China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Negara Terancam Rugi Besar?
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi: Batas Kritik, Humor, dan Kebebasan Berekspresi Kembali Dipersoalkan
Tegas! Kang DS Minta Dispakan Proaktif Turun ke Lapangan dan Optimalkan Aset Perikanan
Kang DS Instruksikan Disperkimtan Segera Sediakan Lahan Pemakaman untuk Masyarakat
Bakal Diusulkan ke MenPAN RB, Kang DS Sebut Kab. Bandung Kekurangan 4.900 Guru, Penilik dan Pengawas 
Kang DS Targetkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diseluruh Layanan Kesehatan Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Launching GBK Bedas Digital. Angka Pengangguran Capai 6 juta, Usia Produktif 1,8 Juta Jiwa
Kata Kang DS, Puluhan Ribu Petani Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Kang DS Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI