MONITORRAKYAT
-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi, menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata. Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Ramlan dalam kegiatan halal bihalal yang digelar pada Selasa (31/03/2026) di Kantor Kemenag Kab. Bandung, Kecamatan Baleendah.
Menurutnya, halal bihalal bukan hanya ajang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki cara kerja ke depan.
“Bukan hanya sekadar silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi bagaimana nilai-nilai itu bisa terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Ramlan menegaskan, setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Kementerian Agama harus memiliki dampak nyata. Ia tidak ingin program hanya berjalan secara administratif tanpa memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya kegiatan terlaksana, tetapi apa dampaknya. Kalau programnya kurang, harus diperbaiki. Kalau pelaksanaannya yang kurang, maka harus ditingkatkan,” tegasnya.
Terkait penugasannya di Kabupaten Bandung, Ramlan menyebut perpindahannya dari Cianjur sebagai bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Mutasi dan rotasi, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk menjaga semangat kerja tetap optimal sekaligus menghindari kejenuhan.
Ia juga mengakui adanya perbedaan karakteristik masyarakat antara Cianjur dan Kabupaten Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki tingkat dinamika yang lebih kompleks.
“Bandung ini wilayah yang dinamis. Kultur masyarakatnya beragam, ada perpaduan antara pendatang dan warga asli. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa beradaptasi dengan cepat,” jelasnya.
Ramlan turut menyoroti kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung yang dinilai cukup baik, didukung oleh banyaknya lembaga pendidikan. Namun, kondisi tersebut berbanding lurus dengan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.
“SDM di Bandung ini bagus, tetapi tuntutannya juga tinggi. Jadi kami harus mampu mengakselerasi pelayanan agar sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ramlan juga menyinggung sejumlah program Kementerian Agama yang tengah berjalan, seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), serta Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS).
Ia menegaskan, seluruh program tersebut harus dijalankan secara serius, tepat sasaran, dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban.
Program nasional harus dilaksanakan, tetapi tidak hanya asal jalan. Harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya," pungkasnya.
**