Milad Desa Gunungleutik ke-143: Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Mengingat Jejak Para Pendahulu

Sabtu, 29 Aug 2026 16:48
Kepala Desa Gunung leutik Agus Ramdani Bunda

MONITORRAKYAT.COM

-Lapangan sepak bola Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (29/8/2026), berubah menjadi ruang kebersamaan warga.


Bukan sekadar perayaan ulang tahun desa. Momentum Milad Desa Gunungleutik ke-143 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 itu menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali melihat perjalanan panjang desa yang telah berdiri selama lebih dari satu abad.


Acara tersebut dibuka langsung oleh Camat Ciparay Anjar Lugiyana, S.IP., M.IP., didampingi Kepala Desa Gunungleutik Agus Hamdani, S.I.P.


Sejak persiapan hingga puncak kegiatan, semangat gotong royong terlihat menjadi bagian penting dari perayaan tersebut. Pemerintah desa bersama lembaga kemasyarakatan dan warga bahu-membahu memastikan rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan meriah.


Usai pembukaan, Kepala Desa Gunungleutik Agus Hamdani menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah ikut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan.


Menurutnya, keberhasilan acara bukan semata hasil kerja pemerintah desa, melainkan buah dari keterlibatan banyak pihak.


Ia secara khusus mengapresiasi kerja keras Karang Taruna yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.


“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan acara ini,” ujar Agus.


Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak Coklat Ekstra Merdeka yang telah bekerja sama dengan panitia desa, serta seluruh lembaga kemasyarakatan desa, para Ketua RT dan RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna dan berbagai elemen lainnya.


Tak lupa, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang turut hadir meliput kegiatan tersebut.


“Terima kasih pula kepada rekan-rekan media yang hadir, semoga senantiasa diberikan keberkahan dan kesehatan bagi diri sendiri maupun keluarga. Tak lupa apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Bandung serta Bapak Camat Ciparay atas dukungan yang diberikan kepada Desa Gunungleutik,” katanya.


Lebih dari Sekadar Panggung Perayaan


Bagi Agus, Milad Desa Gunungleutik bukan hanya tentang kemeriahan acara.


Di balik panggung, hiburan, dan berkumpulnya warga, terdapat nilai yang jauh lebih penting: kebersamaan.


Gotong royong, menurutnya, menjadi kekuatan yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.


Ia menyebut bantuan masyarakat, baik berupa tenaga, pikiran maupun materi, memiliki arti besar bagi terselenggaranya acara.


“Semoga semua bantuan tenaga, pikiran maupun materi yang telah disumbangkan demi terselenggaranya acara ini dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tuturnya.


Perayaan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi. Warga dari berbagai lingkungan dapat berkumpul, berinteraksi, dan merasakan kembali bahwa desa bukan hanya wilayah administratif, melainkan rumah bersama.


Jangan Sampai Generasi Sekarang Lupa Sejarah


Namun, ada pesan yang lebih dalam disampaikan Agus di tengah perayaan Milad Desa Gunungleutik ke-143.


Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga mengingat perjalanan sejarah desa.


Menurutnya, usia 143 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak mungkin terlepas dari peran para pendahulu.


Ada tokoh masyarakat, mantan kepala desa, pejabat lingkungan, para pejuang desa, serta masyarakat dari generasi sebelumnya yang telah meletakkan fondasi hingga Gunungleutik berkembang seperti sekarang.


Karena itu, Agus mengingatkan agar nama dan jasa mereka tidak hilang ditelan zaman.


“Jangan pernah lupa sejarah perjuangan mereka. Hormati dan lanjutkan semangat pengabdian para pendahulu demi kemajuan Desa Gunungleutik yang lebih baik,” pesannya.


Pesan tersebut menjadi salah satu makna penting dari perayaan Milad Desa Gunungleutik tahun ini.


Sebab, merayakan usia desa bukan hanya soal menghitung angka 143 tahun.


Lebih dari itu, ada sejarah yang harus dikenang, ada jasa yang harus dihormati, dan ada tanggung jawab generasi sekarang untuk melanjutkan pembangunan.


Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, semangat para pendahulu itulah yang diharapkan tetap hidup dalam diri masyarakat Gunungleutik.


Milad ke-143 akhirnya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana warga bersama-sama menentukan wajah Gunungleutik di masa depan.

@bun

Berita Terkini