MONITORRAKYAT.COM -
-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden maut yang terjadi di lingkungan rumah sakit dan menewaskan seorang petugas kebersihan.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa korban maupun pelaku bukan merupakan pegawai internal RSUD Majalaya, melainkan tenaga outsourcing.
Insiden tersebut terjadi di area RSUD Majalaya dan sempat menimbulkan perhatian publik. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada dini hari dan berujung pada meninggalnya seorang petugas cleaning service yang bertugas di lingkungan rumah sakit.
Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, didampingi pihak jajarannya mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 05.04 WIB.
"Setelah menerima laporan, manajemen rumah sakit langsung melakukan koordinasi internal untuk memastikan kondisi di lokasi kejadian," katanya, saat konferensi pers di Aula RSUD Majalaya, Senin (5/12/2025).
Agus menegaskan bahwa baik korban maupun pelaku bukan merupakan karyawan internal RSUD Majalaya. Keduanya diketahui berstatus sebagai tenaga outsourcing yang berada di bawah pengelolaan perusahaan penyedia jasa pihak ketiga.
Menurut Agus, seluruh tenaga outsourcing yang bertugas di RSUD Majalaya berada dalam tanggung jawab perusahaan penyedia jasa, mulai dari pembinaan, pengawasan teknis, hingga urusan administrasi.
“Pengelolaan secara penuh ada di pihak ketiga. Rumah sakit hanya melakukan pengawasan terbatas terhadap hasil pekerjaan sesuai dengan standar mutu yang telah disepakati,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, lokasi kejadian berada di lantai 2 area pelayanan RSUD Majalaya. Area tersebut diketahui sudah tidak beroperasi setelah jam pelayanan berakhir pada pukul 14.00 WIB, sehingga kondisi di lokasi relatif sepi saat peristiwa terjadi.
Pihak RSUD Majalaya menyatakan akan terus bersikap kooperatif dan mendukung proses penanganan kasus oleh aparat kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
**