MONITORRAKYAT.COM -
– Upaya mengatasi banjir di wilayah Kecamatan Solokanjeruk mulai menunjukkan hasil. Normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang sekitar 5 kilometer yang melintasi Desa Cibodas, Desa Padamukti, dan Desa Panyadap telah selesai dikerjakan 100 persen.
Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Bandung melalui kolaborasi pentahelix ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas aliran sungai yang selama bertahun-tahun mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur.
Selama dua bulan terakhir, alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi yang menghambat laju air. Hasilnya, aliran Sungai Cisungalah kini menjadi lebih lancar dan diharapkan mampu mengurangi potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebut penyelesaian normalisasi tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas hingga unsur lainnya yang tergabung dalam skema pentahelix.
“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang hampir 5 kilometer telah selesai dilaksanakan. Mulai dari Desa Cibodas hingga Desa Panyadap, seluruh proses pengerukan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak,” kata KDS.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Warga tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga membantu menjaga situasi tetap kondusif selama proses pengerjaan berlangsung.
Setelah tahapan normalisasi selesai, penanganan Sungai Cisungalah tidak akan berhenti sampai di sini. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan langkah lanjutan untuk penataan sungai secara berkelanjutan.
Perwakilan BBWS Citarum, Ciman, mengatakan bahwa keberhasilan normalisasi ini merupakan bukti pentingnya kolaborasi antarinstansi dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan.
“Dengan kondisi aliran sungai yang sudah lebih baik, kami berharap potensi banjir yang selama ini terjadi setiap tahun bisa ditekan secara signifikan,” kata Carmin, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, meskipun pengerukan telah selesai dilakukan, masih diperlukan penataan lanjutan agar fungsi sungai tetap terjaga dalam jangka panjang.
Menariknya, program tersebut rsebut melibatkan pemerintah desa bersama masyarakat setempat sehingga memberikan manfaat ganda, yakni mempercepat pekerjaan sekaligus memberdayakan warga.
Carmin juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada kondisi sungai di hilir. Menurutnya, kelestarian kawasan hulu menjadi faktor utama yang harus dijaga bersama.
“Jika kondisi hulu tidak terjaga dengan baik, maka di wilayah hilir akan kembali berpotensi terjadi banjir dan luapan air yang besar. Karena itu, menjaga sungai harus dimulai dari hulunya,” tegasnya.
Rampungnya normalisasi Sungai Cisungalah menjadi angin segar bagi masyarakat Solokanjeruk. Dengan kapasitas sungai yang kini lebih optimal, warga berharap ancaman banjir yang selama ini datang hampir setiap tahun dapat berkurang secara signifikan.
**